Social Icons

Pages

Tuesday, October 1, 2019

MOVE OUT


Harap yang telah lama terlelap, Terbangun dari gelap

Mendengar bisikan rindu yang mulai mendekap

Sepercik api yang menyambar sumbu dan mulai menerangi

Terlihat lagi kehidupan lama yang pernah ku miliki

Terlintas bayangan suram, mengingatkan pada masa yang kelam

Terdengar lagi bisikan dan terlihat pula lambaian

Yang menunjukkan jalan terang, dan sudah saatnya aku pulang

Terlihat begitu banyak perubahan, ya tuhan, berapa lama aku dalam ketidak sadaraan?

Ku balikkan badan, dan semua tadi sudah menghilang

Terlihat kehidupan bahagia dibalik semua
Sudah saatnya aku memalingkan darinya

Dan mengikuti gandengan tangan yang entah membawaku kemana

Semakin lama dan jauh kami melangkah, kebisingan semakin hilang sudah

Kamipun mendekati kebisingan lain yang aku sendiri tidak tahu dan belum yakin

                                                                                                                 By: Amir Mahmudin
                                                                                                                 Rabu-02-10-2019
                                                                                                                 00.09

Friday, July 5, 2019

MEREKA



Detik yang terus berjalan menuju menit

Berputar berirama dan senada dalam setiap waktunya

Hari yang terus berganti, tanpa basi-basi untuk tidak mau berhenti

Bulan sebagai tanda bagi manusia, terus berputar setiap tahunnya

Dan tahun yang tidak pernah mengulang dirinya, menuggu mereka untuk mengubahnya

            Mereka semua terus bergerak

            Tanpa memperdulikan dia yang masih terlelap nyenyak

            Semua berjalan normal seperti biasa

            Bahkan ayampun masih setia menggugah manusia

Mereka tidak hentinya mengingatkan

Dari dinding, tangan, koran, bahkan genggaman

Tapi nyatanya mereka hanya dijadikan sebagai TANDA JADIAN

Mereka tidak tahu kosa kata tunggu

Tapi mereka mengerti kosa kata menemani

Jangan suka menunggu, kalo tidak mau ada yang dahulu

Teruslah menemani, agar tidak ada yang berani mencuri


                                                                                                Amir Mahmudin
                                                                                           00:25-Sabtu-06-07-2019


Thursday, March 8, 2018

CORETAN KEHIDUPAN


Sejak kecil kita sudah mengenal Cinta
Entah lewat cerita, drama, atau film india
Dan aku yakin kita lupa, umur berapa kita mengenalnya
Karnanya, sampai-sampai kita berfikir
Bahwa hidup kita didunia hanya untuk mewujudkannya
Hingga umur kitapun beranjak dan meninggalkan masa kanak-kanak
Kitapun mulai berani bertindak
Memilah dan mempersiapkan amunisi untuk menembak
Ketika waktu memaksa kita tuk meninggalkan bangku sekolah
Barulah kita menyadari, bahwa apa yang kita pahami selama ini adalah salah
Setelah kita berkelana dalam lautan asmara dan melewatinya dalam lain cerita
Barulah kita tersadar, bahwa dalam lembaran kehidupan
Bukan hanya tentang cinta yang harus kita tuliskan untuk coretan kehidupan kita
Tapi masih banyak hal
Yang akhirnya lembaran kitapun habis dan telah terpenuhi oleh coretan tinta
Dari perjalanan hidup kita
Dengan terpaksa kita harus mengakhiri coretan kehidupan kita
Pada akhirnya, kita hanya bisa meliat dan merasakan hasil dari jerih payah
Dari semua yang telah kita tuangkan dalam lembaran kehidupan kita
Apakah masih ada yang membuka, membaca, dan menceritakanya, dan menjadi penghibur bagi kita
Ketika orang terdekat kita tidak ada satupun yang menjaga dan menemani kita
Atau hanya akan menjadi sampah, yang kita sendiripun enggan tuk mengabadikannya
Dan menjadikannya “CORETAN KEHIDUPAN”


Amir mahmudin, Tegalombo, 11 - februari - 2018

Sunday, December 17, 2017

Slam Sejahtera

Salam sayang, unutk kalian semua  Ummat Islam
Salam damai, untuk kalian sesama ciptaan Tuhan
Salam sejahtera, unutk kita se-Warganegara
Salama Rindu, untuk kalian penyejuk kalbu
Bagai mana kabarmu wahai saudaraku
Saudara se-Imanku
Saudara se-perjuanganku
Saudara pencerahku
Harapan kebaikkan yang tentunya aku inginkan dari kalian
Harapan kebersamaan
Harapan ke-utuhan
Harapan dukungan sesama anak bangsa yang dibanggakan negrinya
Selembar coretan tinta ini, berharap menggugah untuk menyadarkan siapa kita sebenarnya, untuk siapa kita berada, dimana dan bagaimana seharusnya kita. Tuhan menciptakan kita dalam satu bumi, pastilah untuk bersama, apalagi kalau kita satu Negara. Banyak yang iri dengan keberagaman kita, yang lebih membuat iri lagi adalah, “kita berbeda-beda, tetapi dalam kerukunan dan persaudaraan di satu naungan PANCASILA”. Banggalah kita, dan wajib menjaganya. 

Monday, December 11, 2017

Desaku, Surgaku

Kicauan burung memanjakan telingaku
Begitu merdu dan syahdu
Lambaian tangan dan salam senantiasa menghampiriku
Hijaunya hamparan tanaman memanjakan mataku
Semilir angin yang membelai tubuhku
Mengusir lelah dan penatku
Sembari berkumpul keluarga
Bercerita, canda, dan tawa
Menghiasai dan melengkapi kehangatan yang kurasa
Hidur serasa disurga
Penuh keindahan dan kedamaian, walau apa adanya
Inilah desa surgaku
Bukan rumah atau mobil mewah yang kami banggakan
Tapi kerukunan dan kekeluargaan yang selalu kami pertahankan

Friday, December 8, 2017

Jaman Now


Jaman Now
Kumpul sama temen sangat berharga, apalagi keluarga
Jaman Now
Sering menghabiskan menatap layar kaca, sampai tak menghiraukan orang tua
Jaman Now
Anak SD sudah belagak dewasa, apalagi usia seatasnya,
sering berkendara roda dua, tanpa pengawasan orang tua
Jaman Now
Anak semakin pintar dan cepat dewasa
tapi akhlakul karimah "Tanda Tanya", apalagi sama orang tua
Jaman Now
Anak kecil tidak malu lagi mengungkapkan Cinta,
bahkan dengan kata-kata galaunya yang sangat sukar dirasa
Jaman Now
Orang tua suka berita, Remaja suka Drama, dan yang Anak-anak suka Sinetron mesra
Jaman Now
Bukan jamannya Angkling Darma ataupun Rama Shinta
Tapi jamannya Naruto suka sama Sakura
Jaman Now 
Bukan jamannya main klereng, Gateng, ataupun lempar Kaleng
Tapi jamannya main Game Online


By: Amir Mahmudin

Saturday, December 2, 2017

Question Mark



Adakah yang salah dengan dasaku?
Desa yang indah dan nyaman, banyak pepohonan dan tanaman padi yang luas membentang.
Adakah yang salah dengan kotaku?
Kota dengan seribu sejarah dan perjuangan dalam mendapatkannya.
Adakah yang salah dengan Negriku?
Negri yang dikata kaya dengan hasil buminya.
Tapi mengapa di Desaku banyak anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan?
Mengapa di Kotaku banyak orang asing yang menang dalam perekonomian?
Kenapa negara lain bisa ikut menikmati kekayaan alam, padahal rakyat sendiri banyak kemiskinan?
Adakah yang salah dengan Rakyatku?
Adakah yang salah dengan Pemimpinku?
Para Pahlawanku tanpa kenal lelah, mengorbankan jiwa bahkan darah.
Para Pahlawanku dengan susah payah mengusir para penjajah.
Adakah yang salah dengan diriku?
Sebagai pemuda penerus bangsa, mengisi dan mempertahankan kemerdekaan ini.
Adakah yang salah dengan zamanku?
Dimana kemajuan teknologi berkembang pesat, dan semua fasilitas semakin mudah,
Tapi mengapa akhlakul karimah semakin rendah?
Tuhan, aku tahu engkau maha pemurah
Aku tahu rencanamu begitu indah
Engkaulah tempat kami bercurah
Enkaulah tempat kami pasrah.
 
Blogger Templates