Sejak kecil kita sudah mengenal Cinta
Entah lewat cerita, drama, atau film india
Dan aku yakin kita lupa, umur berapa kita mengenalnya
Karnanya, sampai-sampai kita berfikir
Bahwa hidup kita didunia hanya untuk mewujudkannya
Hingga
umur kitapun beranjak dan meninggalkan masa kanak-kanak
Kitapun mulai berani bertindak
Memilah dan mempersiapkan
amunisi untuk menembak
Ketika waktu memaksa kita tuk meninggalkan bangku sekolah
Barulah kita menyadari, bahwa apa yang kita pahami selama
ini adalah salah
Setelah kita berkelana dalam lautan asmara dan melewatinya
dalam lain cerita
Barulah kita tersadar, bahwa dalam lembaran kehidupan
Bukan hanya tentang cinta yang harus kita tuliskan untuk coretan kehidupan kita
Tapi masih
banyak hal
Yang akhirnya lembaran kitapun
habis dan telah terpenuhi oleh coretan tinta
Dari perjalanan hidup kita
Dengan terpaksa kita harus
mengakhiri coretan kehidupan kita
Pada akhirnya, kita hanya bisa meliat dan merasakan hasil
dari jerih payah
Dari semua yang telah kita tuangkan dalam lembaran kehidupan
kita
Apakah masih ada yang membuka, membaca, dan menceritakanya,
dan menjadi penghibur bagi kita
Ketika orang terdekat kita tidak ada satupun yang menjaga
dan menemani kita
Atau hanya akan menjadi sampah, yang kita sendiripun enggan
tuk mengabadikannya
Dan menjadikannya “CORETAN KEHIDUPAN”
Amir mahmudin, Tegalombo, 11 - februari - 2018
No comments:
Post a Comment