Social Icons

Pages

Tuesday, December 31, 2019

2019


 Kata, liar bagai semburan
Api yang membakar Kehidupan
Nafas bersatu emosi
Penguasa hati

Dendam datang bagai Pahlawan
Hunusan Kata merenggut banyak Jiwa
Tuhan sebagai pembenarnya

Angin pemicu perang
Bisa di rasa, di dengar dan tidak dihadapan

Ambisi butuh berani
Kekuasaan butuh korban

Saya, Kami, melupakan Kita
Kamu, Kalian, pun sama

Tidak ada musuh pada Kursi
Hanya joke kecil jika bisa menikmati

Tidak harus teriak untuk menggertak
Just, carilah kata kunci diantara Cinta dan Benci untuk bertindak

by: Amir Mahmudin, 01,01,2020

Thursday, December 19, 2019

DAYDREAM



Kau sang bidadari yang suatu saat nanti mendampingi

Berharap puisi ini bisa kubacakan suatu saat nanti

Engkau yang masih dalam takdir Illahi

Menyemi dan mengarungi tuk mencari cinta sejati

Asa bisa datang kapan saja

Tapi aku yakin, enkau ada dalam rencanaNya

Jauh atau dekat kau berada

Semoga tetap dalam perlindunganNya

Ada disaat ‘kapan kita dipertemukan?’

Ada juga ‘dimana kita saling pandang?’

Ini semua hanya dalam angan

Tapi aku yakin dan iman akan takdir Tuhan

Kapan dan dimana, itu urusan Tuhan

Usaha dan doa itu kewajiban Insan

Banyak pilihan utuk menjadi jalan

Dan hanya satu yang menjadi tujuan

Kamu bukan jutuan, tapi kebutuhan

Untuk menjadi teman menuju “TUJUAN”

Amir mahmudin
20/12/2019-12:35 am







Wednesday, October 16, 2019

CINTA


Aku telah melewati masa itu

Masa dimana “Cinta” penguasa segalanya

Bahagia, semangat, emosi, inspirasi

Ketika keindahan tidak harus berwujud

Ketika pandangan mengalihkan perasaan

Ketika senyuman menggetarkan seluruh badan

Senyum yang tak terduga datang dan tangis yang tak diundang

Aku melewati itu, dengan sadar aku lewati

Perbudakan perasaan yang banyak dialami kaum setiawan

Curahan pena dan teman tidak pernah melegakan

Hingga tersadar ketika tagihan datang

Sadar, hidup bukan untuk memikirkan satu orang

Bukan untuk meratapi kebahagiaan orang

Bukan untuk membalas kejahatan orang

Alangkah banyaknya Cinta-Cinta yang terlupakan oleh satu Cinta

Alangkah kejam dan memalukan apa yang kita lakukan

Kita tersadar lagi ketika “Yah, minta uang jajan”


Amir Mahmudin
16/10/2019, 22:17




 
Blogger Templates